Selasa, 08 April 2014

Wanita-Wanita Cina Hafidz 30 Juz

 Assalamu'alaikum, malam ini pukul 23.15 .. dan saya belum juga tidur haha. mungkin karena efek besok hari libur jadi sekarang santai dulu ~
postingan kali ini sangat menginspirasi saya sebagai orang Indonesia yang dimana kemampuan lidah kita lebih cakap dari warga negara lain .. maksudnya lebih cakap ? , cakap dalam melisankan bahasa-bahasa luar, salah satunya bahasa Arab. hubungannya, bukankah kita bisa lebih mudah membaca AlQur'an ? kalau ada kemauan, kita pasti bisa membaca dengan hukum-hukum tajwid sehingga bacaan lebih benar. setelah bacaan benar, bukankah lebih mudah lagi untuk menghafal nya ? :)

para hufadz di cina Istimewanya Wanita Wanita Cina Hafidzah 30 Juz Al Quran Ini

FOTO di atas sama sekali bukan pengabadian momen wisuda sebuah perguruan tinggi negeri. Tapi wanita-wanita di atas adalah wanita-wanita Cina yang baru saja diluluskan menjadi seorang hafidzah Al-Quran.
Seseorang yang hafal Quran selalu istimewa. Apalagi dari Cina. Mengapa dari Cina istimewa?
Wanita-wanita Cina yang telah mendapatkan predikat HAFIDZAH AL-QUR’AN melalui masa-masa sulit. Mereka tidak mampu berbicara Bahasa Arab secara FASIH karena logat bicara yang berbeda.
Akan tetapi mereka menunjukkan bahwa walaupun demikian, terbukti mereka mampu mendapat gelar Hafidzah-hafidzah Al-Qur’an, mendapat sanad, Ijazah dan diwisuda. Subhanallah.

Sebaliknya, lidah orang Indonesia itu sangat fleksibel, berbagai logat bahasa dengan sangat mudah untuk diikuti, akan tetapi sampai sekarang jumlah HAFIDZ dan HAFIDZAH di negeri ini terbatas sekali.
 
 

Hukum Tentang Khamar

Al-Hamdulillah, segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada baginda Rasulullah -Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya. 

Sesungguhnya khamar (minuman keras atau minuman memabukkan) benar-benar diharamkan dalam Islam. Keharamannya sudah sampai tingkat disepakati yang setiap muslim tidak boleh jahil darinya. Hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam memasukkannya sebagai ummul khabaits atau induk segala keburukan. (HR. al-Thabrani dalam Al-Ausath dan dihassankan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Jami')  Karena bahayanya yang luar biasa, maka setiap aktifitas yang bersinggungan dengannya diharamkan. Bahkan diancam laknat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Diriwayatkan dari Ibnu Umar Radhiyallahu 'Anhuma, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

  لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَلَعَنَ شَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ وَآكِلَ ثَمَنِهَا

 "Allah telah melaknat khamar dan melaknat peminumnya, orang yang menuangkannya, pemerasnya, yang minta diperaskan, penjualnya, pembelinya, pembawanya, yang dibawakan kepadanya, dan pemakan hasilnya." (HR. Ahmad dan Abu Dawud, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud)  Al-Tirmidzi meriwayat dalam Sunannya (1295), dari hadits Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, beliau berkata:

 لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْخَمْرِ عَشْرَةً عَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَشَارِبَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةُ إِلَيْهِ وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَآكِلَ ثَمَنِهَا وَالْمُشْتَرِي لَهَا وَالْمُشْتَرَاةُ لَهُ

 "Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam melaknat sepuluh orang dalam urusan khamer (minuman memabukkan): orang yang memerasnya, meminta diperaskan, yang meminumnya, yang membawakannya, yang minta dibawakan, yang menuangkannya, penjualnya, pemakan hasilnya, pembelinya, dan yang minta dibelikan."  Maka orang yang berkerja di toko-toko (seperti: super market atau mini market) yang menjual khamer (minuman keras atau minuman memabukkan) pastinya tidak terlepas dari interaksi dengannya; seperti menjaganya, memasukkanya dalam daftar, menatanya, melayani pembelinya, menerima pembayaran dari pembelinya, membawakannya, memasukkanya ke dalam plastik dan selainnya. Oleh karena itu, seorang muslim tidak boleh bekerja di tempat seperti itu karena adanya tolong menolong dalam perbuatan dosa dan melampaui batas, serta meninggalkan ingkar terhadap kemungkaran. Padahal Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

 مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِن لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ 

"Siapa yang melihat kemungkaran hendaknya merubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya dan itu selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim)  Bentuk ingkar dengan hati memiliki syaratnya, yaitu meninggalkan tempat kemungkaran. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala,

 وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذاً مِثْلُهُمْ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعاً 

"Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Qur'an bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka.

 Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam." (QS. Al-Nisa': 140) 

Imam al-Qurthubi berkata: "firman Allah Ta'ala (janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain) maksudnya; selain kekufuran. (Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka):

Dengan ini menjadi dalil wajibnya menjauhi pelaku kemaksiatan apabila telah nampak kemungkaran mereka; karena orang yang tidak menjauhi mereka berarti telah ridha terhadap perbuatan mereka. Sedangkan ridha terhadap kekufuran adalah (perbuatan) kufur."  Firman Allah 'Azza wa Jalla, (Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka): maka setiap orang yang duduk di tempat maksiat dan tidak mengingkari pelakunya maka sama dosanya dengan mereka. Maka apabila mereka mengucapkan dan mengerjakan kemaksiatan ia harus mengingkari mereka. Jika tidak mampu, ia harus berdiri meninggalkan mereka sehingga tidak menjadi yang disebutkan dalam ayat di atas." 

Diriwayatkan  dari Umar binAbdul Aziz Radhiyallahu 'Anhu, beliau menghukum satu kaum yang sedang minum khamer. Salah seorang mereka saat itu sedang berpuasa. Namun Umar tetap menghukumnya seraya membaca ayat di atas, "Tentulah kamu serupa dengan mereka." (QS. Al-Nisa': 140) berarti: ridha kepada maksiat adalah maksiat. Karena itulah beliau menghukum peminum dan orang yang ridha kepada maksiatnya secara keseluruhan.

 Oleh sebab itu, seorag muslim tidak boleh (haram) berkerja di toko yang menyediakan dan menjual khamer apapun mereknya. Hendaknya ia mencari pekerjaan yang mubah selain itu. Ia harus yakin, rizki dari Allah. Allah tidak akan menelantarkan hamba beriman dan bertakwa. Siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, pasti Allah memberi ganti yang lebih baik dari yang ditinggalkannya.

 Diriwayatkan dari Abu Qatadah dan Abu Dahma' Radhiyallahu 'Anhuma, keduanya berkata: Kami mendatangi seorang laki-laki badui, lalu kami berkata kepadanya; "Apakah kamu pernah mendengar sesuatu dari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam?" Ia menjawab, "Ya. Aku mendengat beliau bersabda:

 إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلا بَدَّلَكَ اللَّهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ 

"Sesungguhnya, tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah 'Azza wa Jalla, kecuali Allah memberi ganti yang lebih baik darinya"." (HR. Ahmad. Dishahihkan oleh Syiakh Al-Albani dan Syaikh al-Nauth, beliau berkata; isnadnya shahih)   

Seorang muslim tidak boleh (haram) berkerja di toko yang menyediakan dan menjual khamer apapun mereknya.

Hendaknya ia mencari pekerjaan yang mubah selain itu. . .  Selanjutnya ia bersabar dan menyabarkan diri. Jangan sampai sulitnya mencari pekerjaan, sempitnya kondisi dan belum datangnya jalan keluar mendorongnya untuk mencari rizki dengan cara bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.  Ibnu Majah meriwayatkan hadits dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda;

 "Wahai manusia, bertakwalah kepada Allah dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki! Sesungguhnya tidaklah seseorang akan mati sehingga telah sempurna jatah rizkinya walau terlambat datangnya. Maka bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram." (HR. Ibnu Majah no. 2144, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).

 Maka sesempit apa kondisi hidup kita maka itu lebih ringan akibatnya daripada menerjang kemungkaran yang besar ini. Karena bekerja di tempat-tempat yang menyediakan dan menjual minuman memabukkan menjadi sebab datangnya laknat. Hasilnya tidak akan membawa keberkahan untuk diri dan keluarga yang dinafkahi darinya. Wallahu Ta'ala A'lam.


Jumat, 04 April 2014

Anak yang divonis "Idiot", Menjadi Penghafal Al-Qur'an

    Kisah seorang anak ini bisa jadi inspirasi untuk kita. Suatu ketika, ketika si anak masih dalam kandungan ibunya, si anak diperiksakan kondisinya ke dokter. Ternyata, di otak kecil si anak, terdapat tumor. Si anak yang masih belum keluar dari rahim ibunya ini, sudah divonis ini-itu oleh dokter. Kurang lebih, dokter mengatakan bahwa si anak akan menjadi bocah idiot, yang tidak berguna, malah justru menyusahkan orang tuanya sepanjang hayatnya. Bahkan, parahnya lagi, dokter menawarkan satu jalan pintas: aborsi.

    Namun, di saat-saat seperti itu, apakah si ibu menerima saja opsi yang ditawarkan dokter itu; mengingat kondisi si anak – menurut dokter – tidak baik bila sampai lahir? Ternyata, orang tua si jabang bayi mengambil keputusan yang cukup mencengangkan, yaitu tetap melanjutkan kehamilan hingga lahirnya.
Dan alhamdulillah, si anak lahir, dan sejak itu, orang tuanya merawat dengan penuh kesabaran. Bahkan, sang ibu sampai harus pensiun dini dari kerjanya demi mengasuh anaknya itu.

    Orang tuanya telah mendidik, merawat, dan mengajarkan banyak hal. Mulai dari berbicara, membaca cerita, hingga membaca Al-Qur’an. Singkat cerita, di ulang tahun si anak yang ke-13, ia menyelesaikan hafalan Al-Qurannya. Apa yang menjadi motif si anak menyelesaikan hafalan Al-Qurannya? “Aku ingin memberi sebuah kebahagiaan besar untuk orang tuaku”, ujarnya.

   Si anak yang dulu divonis ini-itu oleh dokter, kini sudah meraih banyak prestasi di bidang Al-Qur’an, baik nasional maupun internasional. Bermula dari keyakinan kuat orangtua si anak, bahwa dibalik ujian tersimpan berjuta karunia. Dan akhirnya, Allah lah yang menentukan nasib hamba-Nya, tergantung seberapa besar usaha hamba-Nya untuk mengubah nasibnya, dari yang nelangsa jadi bahagia. Dari yang sengsara jadi gembira. Dari pecundang menjadi pemenang. Dari tak bernilai menjadi tak ternilai. Benarlah firman Allah:

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah apa yang ada dalam suatu kaum, sampai mereka mengubah apa yang ada dalam diri mereka sendiri” (QS 13: 11).

    Apa hikmah dan pelajaran yang bisa diambil dari kisah nyata di atas? Banyak, di antaranya ketabahan dan kesabaran seorang ibu yang luar biasa, meski jabang bayinya sudah divonis idiot oleh dokter, ia tidak putus asa untuk tetap merawat dan mendidiknya hingga dewasa, hingga akhirnya berbuah manis, akhirnya bocah idiot tadi tumbuh menjadi anak yang cerdas bahkan telah menghafalkan Al-Qur’an secara sempurna di umur 13 tahun (umurnya kini 17 tahun). Hebatnya lagi ia telah memenangkan kejuaraan menghafal Al-Qur’an beserta tafsirnya dalam bahasa Arab di tingkat nasional dan internasional.

    Inilah buah dari ketabahan, kesabaran dan usaha maksimal. Allah itu Maha Adil dan Maha Bijaksana. Jadi, jangan menyerah dan jangan pernah putus asa, sebelum bergerak maju. Doa, usaha, tawakkal! Semangat!

alfath-penghafal-al-quran

 Alfath bersama ibunya. (Foto: Dok. pribadi Alfath)

Selamat Dunia Akhirat

Assalamu'alaikum ..
apa kabar readers ? semoga sehat walafiat yaaaaa :) postingan kali ini mau mengutip kata-kata yang baru aku baca di salah satu buku di lemari rak buku rumahh sore ini :D , aku memang ga pandai berkata-kata .. tapi ijinkanlah manusia biasa ini untuk memberitahu pada readers rangkaian kata yang baru saja aku temukan :))

Hiduplah engkau seberapapun lamanya, namun engkau pasti akan mati ..
Cintailah siapa saja yang engkau suka, namun engkau pasti akan berpisah dengannya ..
Berbuatlah semaumu, namun engkau pasti akan mendapat balasannya ..
Barangsiapa yang ridha dengan rizki yang Allah berikan, maka ia akan tenang di dunia dan akhirat ..
Barangsiapa dapat menundukkan nafsu syahwatnya, maka ia menjadi orang yang mulia di dunia dan akhirat ..
Barangsiapa merasa cukup, sehingga tidak mengharapkan pemberian orang lain, maka ia akan selamat di dunia dan akhirat ..
Barangsiapa dapat memelihara lisannya. maka dia akan selamat di dunia dan akhirat ..

(Imam Nawawi al Bantani)

Akhir kata, Sebenarnya menuju jalan kebenaran itu mudah kawan .. semua hanya tergantung pada diri kita sendiri, mau diperbaiki atau keras hati ?? :)
Semoga saya dan para readers sukses dalam proses memperbaikinya .. In Syaa Allah :))

Wassalamu'alaikum ..